API.........?
ASAP........?
ABU.........?
CINTA..........?
KEPUASAAN......?
KESENANGAN.....?
"AKHIRNYA"
KECEWA......?
SENGSARA....?
BENCANA.....?
AKU ADA....?
CINTA TIADA....?
AKHIRNYA.....?
MERANA DAN SENGSARA
Sebuah karya akan mendapatkan nilai yang sangat tinggi apabila satu karya di terima oleh masyarakat..dan di berikan PENGHARGAAN yang tinggi kepada seorang seniman...
Kamis, 20 Mei 2010
Dari Hati Seorang Lelaki Sejati
Dalam roda kehidupan manusia
Aku tercipta sebagai seorang pria
Yang lahir dan hidup diatas dunia
....Tuhan Maha Esa....
Menciptakan wanita
Dalam hidup selanjutnya timbulah benih-benih cinta
Yang melewati jembatan hidup
Aku lelaki dan engkau wanita
Kau ku kenal demi masa yang bahagia
Jika aku tercipta tentang cinta
Semua orang,ikut tertawa
Memang dunia tanpa tertawa sunyi
Memang dunia tanpa bernyanyi sepi
Memang dunia tanpa cinta tuli
Bagai gelombang hati yang frustasi
Memang,akulah lelaki sejati
Bernaung cinta di hati yang suci
Itu semua telah kualami
Demi hidupku penuh berarti
ttd : "sang penulis"
Aku tercipta sebagai seorang pria
Yang lahir dan hidup diatas dunia
....Tuhan Maha Esa....
Menciptakan wanita
Dalam hidup selanjutnya timbulah benih-benih cinta
Yang melewati jembatan hidup
Aku lelaki dan engkau wanita
Kau ku kenal demi masa yang bahagia
Jika aku tercipta tentang cinta
Semua orang,ikut tertawa
Memang dunia tanpa tertawa sunyi
Memang dunia tanpa bernyanyi sepi
Memang dunia tanpa cinta tuli
Bagai gelombang hati yang frustasi
Memang,akulah lelaki sejati
Bernaung cinta di hati yang suci
Itu semua telah kualami
Demi hidupku penuh berarti
ttd : "sang penulis"
Penghargaan
Pilu hatiku dikala malam tiba
Engkau kasih mengecap kebahagiaan
Namun,kini engkau terlena dalam pengakuan
Bentaian malam di rundung nestapa
Haruskah aku menangis di kala kau gembira ?
Ah.....hanya satu ilusi !
Ratapanku mengusik sedih
Adakah seberkas cahaya..Di pagi nan sunyi?
Adakah kau dusta...?
Nyanyian malam mengalun
Indah..
Merdu..
Syahdu..
Sunyi...
ttd : sang penulis
Engkau kasih mengecap kebahagiaan
Namun,kini engkau terlena dalam pengakuan
Bentaian malam di rundung nestapa
Haruskah aku menangis di kala kau gembira ?
Ah.....hanya satu ilusi !
Ratapanku mengusik sedih
Adakah seberkas cahaya..Di pagi nan sunyi?
Adakah kau dusta...?
Nyanyian malam mengalun
Indah..
Merdu..
Syahdu..
Sunyi...
ttd : sang penulis
Langganan:
Postingan (Atom)